This is an example of a HTML caption with a link.

Motivasi Rekan Kerja

0 komentar



Motivasi Rekan Kerja??? Dalam pekerjaan Anda yang sering bekerja bersama rekan-rekan dalam satu tim, tentu Anda menyadari pentingnya semangat dalam bekerja bersama-sama. Anda tentu tak mau atau justru menjadi sama-sama loyo gara-gara bekerja dengan rekan kerja yang tampaknya tak memiliki motivasi untuk melakukan pekerjaannya.


Tak ada salahnya Anda pun membangkitkan motivasi kerja rekan-rekan lain yang sudah mulai “loyo”.


Tujuh cara berikut bisa mulai Anda terapkan di kantor untuk memperbaharui semangat rekan-rekan kantor lainnya:


1. Berikan dukungan secara konsisten kepada rekan-rekan Anda
Kata-kata dukungan selalu dapat membangkitkan semangat. Dan yang terpenting, jangan melakukan hal ini sesekali saja. Cobalah ucapkan kata-kata penuh dukungan setiap ada rekan yang berhasil mencapai prestasi yang bisa dibanggakan.


2. Terapkanlah disiplin dan pemberian hukuman yang efektif, seimbang, dan bersifat fair
Jika saat berprestasi mendapatkan hadiah, maka jangan heran dan protes jika saat melakukan kesalahan Anda mendapatkan hukuman.


3. Perlakukanlah karyawan dengan fair
Jangan sampai ada karyawan mendapatkan perlakuan yang menyebabkan ia dianggap anak emas, karena hal seperti ini akan menciptakan suasana tak menyenangkan di lingkungan kantor.


4. Kenalilah dan penuhilah kebutuhan semua karyawan
Setiap karyawan pastinya memiliki kebutuhan dan kemampuan spesifik yang berbeda-beda. Jika bisa dikenali kebutuhan khas masing-masing, tentu perlakuan adil bisa diterapkan.
Tetapkan sasaran kerja yang realistis dan operasional.
Sasaran yang terlalu muluk terkadang justru membuat patah semangat, bahkan sebelum memulai pekerjaan demi mencapai sasaran tersebut.


6. Ciptakan pekerjaan yang terstruktur
Struktur dan birokrasi memang terkadang terkesan menyulitkan dan membosankan, namun melalui cara ini pembagian kerja akan lebih merata.


7. Terapkan standar dan beri penghargaan
Terapkanlah standar kerja dalam tim Anda, apakah yang terbaik, apakah yang terburuk. Dan jangan lupa beri penghargaan berdasarkan prestasi kerja.

Tips Membuat Suasana Kondusif di Tempat Kerja

0 komentar


Satu per satu karyawan mengundurkan diri. Padahal, pergantian pegawai tak hanya menghabiskan biaya namun juga menghabiskan waktu. Misalnya, biaya untuk pemasangan iklan, materi pelatihan, dan wawancara pegawai baru. Karena itu, penting untuk membuat pegawai dan anak buah Anda tetap betah bekerja di perusahaan. Maka, perlu diciptakan suasana kerja yang kondusif bagi mereka.


Berikut adalah beberapa cara menjaga lingkungan tetap kondusif :

  • Memahami motivasi

Untuk mempertahankan pegawai, Anda harus mempelajari hal yang penting bagi pegawai. Apa faktor motivator internal dan eksternal bagi pegawai tersebut, misalnya penghargaan, passion, tujuan, dan sebagainya.

  • Membuat pekerjaan jadi hal menyenangkan

Pegawai Anda ingin menikmati pekerjaannya, maka buatlah suasana kerja lebih menyenangkan. Janganlah membuat suasana yang tegang di tempat kerja dengan sering marah, berteriak, atau menggerutu. Selain itu, menempatkan seseorang di posisi yang tepat sesuai dengan potensi dan kemampuannya adalah hal terbaik untuk meningkatkan semangat kerja anak buah Anda.

  • Tunjangan dan fasilitas yang kompetitif

Selain gaji, hal ini biasanya juga menjadi hal utama yang dicari pegawai. Selain itu, tunjangan seperti asuransi kesehatan, fasilitas kendaraan, dan sebagainya membuat pegawai bekerja lebih tenang dan menunjang produktivitasnya. Akan lebih baik, jika perusahaan memberikan bonus atau pembagian keuntungan untuk meningkatkan loyalitas pegawai.

  • Kesempatan meningkatkan keahlian dan pengetahuan

Pemberian pelatihan, bimbingan, tugas tim, atau pun presentasi turut membantu mereka dalam pengembangan pribadi dan menjadi penyegaran di antara kesibukan kerja. Berikan waktu khusus untuk kegiatan ini dengan kompensasi peringanan beban kerja selama kegiatan berlangsung. Jangan memasukkannya di sela-sela pekerjaan, karena justru akan menjadi tambahan beban bagi pegawai.

  • Selalu hormati anak buah

Hal ini termasuk mendengarkan ide mereka, tidak mempermalukan dengan menegurnya di depan umum, menghargai kerja kerasnya, memberi penghargaan dan perayaan jika perlu ketika pegawai meraih prestasi.

  • Beri kesempatan untuk keseimbangan kehidupan dan pekerjaan

Pahami bahwa setiap orang memiliki kehidupan sosial di luar pekerjaan. Meskipun perusahaan telah mempekerjakan pegawai, namun mereka berhak memiliki kehidupan lain di luar pekerjaan. Lembur atau di luar jam kerja memerlukan persetujuan kedua belah pihak. Dan berikan sedikit kelonggaran dengan kompensasi tertentu, bila pegawai memerlukan izin untuk keperluan mendesak.

  • Komunikasi atasan dan bawahan

Kelancaran komunikasi sangat penting antara atasan dan bawahan, termasuk dengan perusahaan. Atasan yang sulit diajak berkomunikasi adalah hambatan besar dalam sebuah perusahaan. Libatkan juga pegawai dalam pengambilan kebijaksanaan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.


Demikian postingan kali ini mengenai Tips Membuat Suasana  Kondusif di Tempat Kerja, semoga bermanfaat dan dapat diterapkan dalam tempat kerja anda

Sukses Meningkatkan Motivasi Kerja dengan Passion

0 komentar



Passion??? Yang dimaksud dengan passion adalah suatu energi yang membuat Anda termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan senang hati, tanpa paksaan bahkan dengan suka rela mengerjakannya tanpa mengharap imbalan sedikitpun. Biasanya hal tersebut muncul, karena Anda benar-benar mencintai pekerjaan Anda.


Sekarang pertanyaannya, “apa Anda sudah melibatkan passion dalam setiap pekerjaan Anda?” Perlu Anda ketahui bahwa adanya passion, dapat meningkatkan motivasi kerja Anda. Orang yang bekerja dengan passion, akan menjalankan segala tugas dengan penuh antusias, powerfull, hingga pekerjaan tersebut tuntas. Sebab, mereka bekerja dengan setulus hati tanpa ada perasaan terpaksa sedikitpun. Mereka juga mengerjakan semua tugas dengan seluruh potensinya, sehingga orang yang menggunakan passion terbiasa memperoleh hasil yang terbaik.


Untuk menemukan passion, memang bukan urusan mudah. Dibutuhkan proses panjang, hingga akhirnya seseorang baru menemukan passion mereka. Namun bukan berarti Anda tidak bisa menemukan passion dalam diri Anda, karena ternyata passion juga bisa terbentuk bila Anda terbiasa menikmati pekerjaan Anda. Berikut ini kami informasikan kiat sukses meningkatkan motivasi kerja dengan passion Anda.


Mulailah dengan Minat Anda
Passion bisa ditemukan dari sesuatu yang Anda senangi. Dari hal-hal yang Anda senangi, maka secara tidak langsung akan muncul motivasi untuk mengerjakan segala hal dengan total. Jadi tidak ada beban kerja sedikitpun dalam diri Anda, yang ada hanya perasaan senang karena Anda bisa menjalankan pekerjaan sesuai dengan minat Anda. Bahkan tak jarang seseorang rela mengerjakan sesuatu tanpa bayaran, karena kecintaannya pada bidang tersebut.


Perhatikan kemampuan Anda
Temukan passion Anda dari hal-hal yang mudah Anda kerjakan. Dari sana Anda bisa menemukan potensi yang sebenarnya Anda miliki. Bekerja sesuai dengan kemampuan atau potensi diri, akan memudahkan Anda dalam menjalankan tugas. Sehingga bisa mengurangi resiko stress kerja dan turunnya motivasi kerja. Oleh karena itu, kembangkan segala potensi dalam diri Anda, agar Anda bisa mengerjakan segala tugas dengan mudah.


Menikmati pekerjaan Anda
Cobalah untuk menikmati pekerjaan Anda, karena pekerjaan Anda menjadi salah satu proses untuk menemukan passion. Nikmatilah segala hal yang menjadi tugas Anda, kerjakan dengan total, pecahkan segala permasalahan yang menghambat kerja Anda, serta kembangkan pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan Anda saat ini. Dari situ Anda bisa menemukan passion yang sebenarnya Anda cari. Karena passion bisa tercipta dari kebiasaan yang Anda nikmati.


Tentukan mimpi Anda
Mimpi yang Anda tentukan, akan mempengaruhi pola pikir Anda. Jika Anda bermimpi menjadi seorang entrepreneur sukses, maka secara tidak langsung dari sekarang Anda akan tertarik untuk mulai membaca buku-buku tentang wirausaha, mengikuti pelatihan bisnis, serta mencoba memulai sebuah usaha. Begitu juga dengan passion, hal tersebut akan terbentuk ketika Anda sudah menentukan tujuan-tujuan yang sebenarnya Anda minati.


Perluas pengetahuan Anda
Jika sampai saat ini Anda belum menemukan passion Anda, sebaiknya perluas pengetahuan dengan membaca atau mencoba berbagai pengalaman baru. Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, maka akan memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang membuat diri Anda selalu antusias dan termotivasi untuk melakukan suatu pekerjaan.


Kerjakan dengan total
Kerjakan segala pekerjaan dengan total, jangan hanya setengah-setengah. Tunjukan antusias Anda dalam mengerjakan segala tugas, dan selalu fokus pada pekerjaan Anda. Sebab, cara ini bisa menumbuhkan kecintaan Anda pada pekerjaan yang dijalankan saat ini.


Temukan passion dalam setiap pekerjaan yang Anda tekuni. Karena passion bisa terbentuk dari proses panjang yang Anda nikmati. Tetap fokus untuk mencapai goal yang menjadi mimpi Anda, dan jangan pernah mengenal kata menyerah. Semoga informasi ini, bisa menjadi inspirasi bagi Anda. Salam sukses.

Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

0 komentar



Keberadaan karyawan tentunya menjadi salah satu poin penting ketika Anda menjalankan sebuah usaha. Berbagai pekerjaan operasional maupun manajerial akan terasa lebih ringan, dengan adanya dukungan dari para karyawan.


Sebagai pelaku bisnis yang didukung oleh para karyawan, sudah sepantasnya bila Anda terus membangun hubungan baik antara karyawan dan perusahaan yang Anda pimpin. Karena bagaimanapun juga, keberadaan mereka memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kesuksesan bisnis yang Anda bangun.


Pentingnya peran karyawan terhadap perkembangan usaha, mendorong sebagian besar pemimpin perusahaan untuk selalu memotivasi para karyawan agar bisa bekerja secara optimal. Sebab, semakin bagus performa yang diberikan para karyawan, maka semakin besar pula peluang bagi sebuah bisnis untuk mencapai kesuksesannya.


Lalu, langkah apa saja yang bisa digunakan para pemimpin untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan?

  • Tingkatkan motivasi kerja karyawan melalui training

Terkadang menekuni sebuah pekerjaan yang sama setiap harinya, membuat sebagian besar karyawan merasa jenuh dan bosan. Dampaknya, motivasi karyawan akan turun sehingga mereka tidak bekerja secara optimal. Karena itu untuk mengembalikan motivasi karyawan, Anda perlu mengadakan training khusus bagi para karyawan. Misalnya saja mengadakan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan kerja mereka, atau sekedar training untuk membangun kembali motivasi karyawan yang mulai turun.

  • Berikan reward bagi karyawan yang berprestasi

Tidak ada salahnya jika Anda memberikan reward khusus bagi karyawan yang berprestasi. Bisa berupa bonus atau insentif, maupun berupa hadiah kecil yang bisa mewakili ucapan terima kasih perusahaan atas prestasi para karyawan. Cara ini terbukti cukup efektif, sehingga karyawan lebih bersemangat untuk memberikan prestasi-prestasi berikutnya bagi perusahaan.

  • Lakukan pendekatan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan

Sebagai pemimpin perusahaan, Anda juga perlu melakukan pendekatan pada para karyawan Anda. Bila perlu kenali kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing dari mereka, sebab hal ini akan memudahkan Anda untuk mengevaluasi perkembangan setiap karyawan. Mana karyawan yang memiliki prestasi kerja cukup bagus, dan mana karyawan yang membutuhkan dukungan Anda untuk mencapai keberhasilan seperti rekan-rekan lainnya. Tentu dengan pendekatan tersebut, Anda dapat membantu karyawan yang kesulitan mengerjakan tugasnya untuk bisa berhasil meraih prestasi seperti karyawan lainnya.

  • Adakan kegiatan khusus untuk membangun kekeluargaan antara karyawan dan perusahaan.

Membangun kekeluargaan antara pihak karyawan dan pemilik usaha, menjadi langkah jitu untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dengan kekeluargaan yang kuat, mereka akan ikut merasakan kepemilikan perusahaan tersebut. Sehingga loyalitasnya untuk bersama-sama membesarkan perusahaan semakin meningkat. Adakan acara pertemuan rutin setiap bulannya, yang bisa mengakrabkan semua karyawan di perusahaan Anda. Lingkungan kerja yang hangat dan akrab, akan membuat karyawan merasa nyaman dalam menjalankan pekerjaannya.
Semoga setelah membaca tips bisnis tentang cara meningkatkan motivasi kerja karyawan, Anda bisa mendapatkan inspirasi baru untuk membantu para karyawan bekerja secara optimal. Semoga bermanfaat dan salam sukses.

Bahasa tubuh kita saat wawancara

0 komentar


Karakter si pelamar kerja memang menjadi hal yang ingin dilihat saat wawancara kerja. Namun tahukah Anda bahwa hal tersebut dapat dilihat pula dari bahasa tubuh kita saat wawancara.
Orang yang percaya diri juga akan melakukan kontak fisik dengan si pewawancara. Selain itu, posisi badan kita juga penting untuk menjadi perhatian. Misalnya, condong ke depan artinya ia memiliki ketertarikan untuk mendengarkan apa yang pewawancara sampaikan.
Nah, oleh karena itu, perhatikan betul-betul posisi duduk Anda. Beberapa tips berikut kiranya dapat menjadi alternatif saat Anda akan menghadapi wawancara.

  • Berikan senyum tulus kepada pewawancara
  • Jangan terlalu tegang namun juga jangan tampak terlalu santai. Tegakkan badan, tunjukkan Anda siap menjawab pertanyaan
  • Jangan tampak grogi, bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin. Aturlah tempo bicara. Jika Anda merasa grogi, cobalah tarif nafas panjang dan ucapkan kalimat dengan tempo yang tidak terlalu cepat
  • Pandangan mata sangatlah penting. Hal ini dapat menunjukkan apakah Anda mengantuk, tidak bersemangat atau bahkan belum yakin dengan posisi yang anda lamar
  • Upayakan kaki tetap santai dan tidak bergoyang-goyang atau bahkan kaku karena tegang
  • Tegakkan posisi kepala. Sesekali miringkan kepala untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang mampu bersimpati terhadap lawan bicara.
  • Jabat tangan. Dari cara Anda berjabat tangan pewawancara dapat melihat bagaimana energi Anda. Jabat tangan dengan hangat dan tekanan yang tepat.
  • Anda bisa melakukan sedikit gerakan tangan ketika menjelaskan sesuatu. Namun tentu saja dengan cara yang tidak berlebihan
Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi Anda yang hendak  mengikuti wawancara kerja.

Gagal Saat Wawancara Kerja

0 komentar



Terkadang, tindakan berbicara lebih kencang daripada ucapan. Karena itu pula, jangan heran jika Anda tak lolos wawancara kerja, meskipun apa yang Anda sampaikan sudah sesuai buku teks jawaban wawancara kerja. Kadang, kita tak sadar ada gerakan-gerakan yang sepintas terkesan sepele, tetapi ternyata berpengaruh terhadap penilaian.


Beberapa waktu lalu, situs Careerbuilder mensurvei ratusan perusahaan, dan menanyakan apa kesalahan-kesalahan yang dilakukan pelamar sehingga mereka tidak diterima kerja. Umumnya, hal-hal sepele lah yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:


Sikap sombong atau bosan
Kebanyakan orang yang melamar pekerjaan, ketika akan diwawancara akan merasa gugup. Ketika seseorang gugup, biasanya akan melakukan suatu tindakan kecil untuk menyalurkan kegugupannya. Misal, mengetuk-etukkan jari di meja, mengetuk kaki, memilin rambut, membuka-tutup pulpen, dan lain sebagainya. Sayangnya, si pewawancara justru menanggapi tindakan-tindakan semacam ini sebagai sinyal kebosanan. Sementara kebosanan pun diartikan sebagai kesombongan. Siapa yang mau bekerja dengan orang sombong?


Cara mengatasinya; Usahakan untuk berlatih sesering mungkin. Seseorang yang kalem, percaya diri, dan tidak stres, akan bernafas perlahan. Sebelum mulai bicara, ambillah napas panjang, dan perhatikan tangan serta kaki Anda. Biarkan tangan beristirahat di lengan kursi, dan kaki diam istirahat di lantai, lutut saling menempel untuk meminimalkan ketukan kaki. Badan condong ke depan, ke arah meja, juga bisa menunjukkan bahwa Anda tertarik.


Tidak berdandan sesuai acara
Tentunya, ketika akan mendatangi suatu wawancara kerja, Anda akan berusaha mengenakan pakaian seformal mungkin. Sayangnya, tak semua orang memiliki kemampuan untuk mengenakan pakaian yang formal. Tak jarang, malah, mereka yang fresh graduate malah mengenakan pakaian informal karena bingung mau pakai baju apa. Solusinya, bukanlah ide yang buruk untuk berinvestasi pada pakaian formal. Kemeja, celana bahan, blazer, serta sepatu hak kecil dan tertutup. Jika Anda melamar pekerjaan ke bidang kreatif, Anda bisa menambah corak atau warna dengan aksesori.


Tidak ada persiapan
Adalah kesalahan jika Anda tidak terlebih dahulu mencari tahu latar belakang perusahaan yang Anda lamar. Anda tak hanya akan bingung mau berkata apa, tetapi juga memperlihatkan bahwa Anda tidak mau tahu, pemalas, dan kurang inisiatif.


Sudah bukan jamannya lagi Anda kurang informasi. Segala teknologi sudah bisa membantu Anda mencari tahu apa pun yang ingin Anda ketahui. Pelajarilah sebisa mungkin tempat Anda melamar pekerjaan. Buat si pewawancara kagum dengan pengetahuan dan ide-ide yang Anda miliki.


Tidak mematikan telepon genggam
Adalah hal yang tidak bisa dimaafkan jika Anda menyalakan telepon genggam Anda. Menonaktifkan telepon genggam akan memberikan Anda dan si pewawancara waktu untuk bisa konsentrasi dan mengeliminasi gangguan. Selalu pastikan ponsel Anda dalam mode silent saat akan rapat atau wawancara kerja.


Tidak menanyakan pertanyaan bagus
Banyak orang sudah tahu, bahwa sebaiknya Anda menanyakan suatu pertanyaan saat wawancara kerja. Namun, yang tak banyak diketahui adalah pertanyaan apa yang harus ditanya. Yang terutama, yang tak boleh ditanyakan saat wawancara pertama adalah jumlah gaji dan fasilitas yang ditawarkan kantor.


Anda bisa mencoba untuk menanyakan pertanyaan mengenai pekerjaan yang Anda lamar. Tugas-tugas utama Anda, atau tanyakan kepada si pewawancara kerja, apa yang membuatnya senang bekerja di perusahaan ini. Bisa juga menanyakan, “Menurut Bapak/Ibu, tantangan terbesar apa yang akan saya hadapi dalam posisi ini?” Pertanyaan ini akan membuat si pewawancara berpikir bahwa Anda tertarik untuk mengetahui apakah Anda cocok atau tidak untuk pekerjaan tersebut.


Mengirimkan lamaran terlalu banyak
Salah satu trik untuk membuat Anda terlihat seperti orang yang tidak kompeten adalah dengan mengirimkan surat lamaran yang sama berkali-kali ke perusahaan. Mengapa? Karena ini mengganggu, plus membuat Anda terlihat desperate untuk masuk ke perusahaan itu. Anda cukup mengirimkan lamaran ke lowongan yang menurut Anda paling pas. Buat surat lamaran Anda semenarik mungkin.


Tidak memberikan foto yang profesional
Foto-foto diri yang Anda ambil untuk diri sendiri sebaiknya disimpan untuk situs pribadi saja. Jika Anda ingin mengirimkan lamaran, jangan lupa menyertakan foto diri dengan pose profesional. Anda tak ingin mengirimkan suatu hal yang bisa membuat perusahaan meragukan kredibilitas Anda, kan?

Tips Bagaimana Memilih Karyawan yang Berprestasi

0 komentar



Kalau anda ingin merekrut karyawan, anda harus lihat apakah karyawan tersebut nantinya bisa menjadi aset ataukah liabilitas bagi perusahaan anda.


Jangan sampai niatan anda yang tadinya anda ingin menambah kinerja perusahaan, akhirnya malah membuat  pengeluaran anda membengkak nggak jelas.


Entah karena nggak pas posisinya, atau karena kurang efisien dalam penempatan dalam manajemen organisasi bisnis, atau karena salah dalam memilih karyawan.


Salah satu contoh pengalaman karena salah memilih karyawan; posisi karyawan sebagai tim penjualan, Dari 7 sales hanya 1 sales yang beres. Sisanya nggak bener. Ada yang tukang bohong lah, ada yang takut menjual lah, ada yang pemalas lah, pokoknya macam-macam dah.


Maka dari itu, anda harus mengetahui jenis orang apa yang anda perlukan untuk menjadi karyawan atau staf bagi perusahaan anda. Tips bagaimana syarat pribadi seseorang yang layak untuk anda pekerjakan.

  • Sikap Positif
Kemampuan melihat orang lain dan situasi dengan cara positif.

  • Tingkat Energi Tinggi

Kekuatan dan stamina untuk bekerja keras dan tidak kelelahan.

  • Kehangatan Pribadi
Sikap yang menarik orang lain kepada mereka.

  • Intregitas
Watak yang bisa dipercaya, baik dan kokoh, cara bicara dan berjalan yang konsisten.

  • Bertanggung Jawab
Selalu “tuntas’, tanpa dalih; pekerjaan didelegasikan, pekerjaan selesai.

  • Citra Diri Bagus

Merasakan kebaikan dalam dirinya, orang lain, dan kehidupan.

  • Daya Kuda Mental

Kemampuan untuk terus belajar sementara pekerjaan berkembang.

  • Kemampuan Kepemimpinan

Punya pengaruh besar atas orang lain.
  • Kemampuan Menjadi Pengikut
Kesediaan untuk patuh, main bola bersama tim, dan mengikuti permainan.

  • Bebas dari Masalah Pribadi
Kehidupan pribadi, keluarga dan bisnis teratur.


  • Keahlian tentang Manusia
Kemampuan menarik orang lain dan rasa mengembangkan mereka.

  • Rasa Humor

Menikmati kehidupan, tidak menganggap dirinya terlalu serius.

  • Ulet
Bisa “melambung kembali” kalau masalah timbul.

  • Catatan Prestasi
Punya pengalaman dan sukses, diharapkan dalam dua situasi atau lebih.


  • Keinginan Besar
Dahaga akan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.


  • Disiplin Pribadi
Bersedia “membayar harga” dan menangani sukses.


  • Kreatif
Kemampuan untuk melihat pemecahan dan mengatasi masalah.


  • Kelenturan
Tidak takut kepada perubahan; luwes; menyesuaikan diri sementara organisasi berkembang.


  • Melihat “Gambaran Besar”

Mampu memandang melampaui kepentingan pribadi dan melihat gambaran total.

  • Punya Intuisi

Mampu memahami dan merasakan situasi tanpa data yang nyata.


Sebagian besar dari kualitas dalam daftar di atas bisa anda evaluasi dengan beberapa wawancara dan tes.
Memang persyaratan di atas sangat susah untuk anda temukan dalam diri seorang karyawan. Tapi paling tidak anda punya gambaran bagaimana syarat seorang staf atau karyawan yang baik bagi usaha anda.

BOSAN JADI KARYAWAN?

0 komentar



Bosan Jadi Karyawan? Jalankan Tips Jadi Pengusaha dibawah Ini!
Bagi anda yang masih bekerja tapi sudah bosan jadi pegawai, anda bisa menjalankan tips jadi pengusaha di bawah ini.
Anda harus realistis. Dan sebagai pebisnis pemula, otot-otot kewairausahaan anda perlu dilatih lebih dulu. Sebosan apapun anda jadi karyawan, jangan bertindak gegabah.
Anda harus berlatih menjalankan sebuah bisnis dengan skala yang lebih kecil yag resikonya juga kecil. Setelah anda cukup terlatih, baru anda bisa menambahkan sedikit beban agar otot kewirausahaan anda tidak kaget.
Inilah langkah-langkah agar anda bisa berlatih menjadi seorang pengusaha. Anda juga bisa gunakan cara ini untuk memilih jenis usaha yang cocok buat anda.
Coba anda cari informasi tentang produk apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dalam jumlah besar. Dan produk ini tentunya produk yang bisa anda penuhi dan anda memang berminat mengelolanya. Ini disebut “peluang bisnis yang anda minati”.
Informasi produk yang anda dapatkan pada point pertama, anda buat daftar sejumlah 10 “peluang bisnis yang anda minati” dan kemudian anda urutkan dari atas ke bawah mulai dari peluang usaha yang mempunyai pangsa pasar paling banyak sampai yang paling sedikit.
Buatlah tolak ukur untuk masing-masing peluang tersebut. Tolak ukur tersebut yakni : daya beli pasar, siapa yang memasok produk tersebut, berapa harga pasar, serta berapa margin keuntungan yang bisa diperoleh dari setiap produk dibandingkan dengan harga pasar.
Jangan lupa menghitung margin keuntungan yang bisa anda dapatkan dari masing-masing peluang. Pertanyaan penting : “apakah margin tersebut bisa anda gunakan untuk menutup pengeluaran bulanan anda pada saat menjalankan bisnis tersebut?”.
Dari hasil perhitungan setiap peluang pada daftar tersebut, tentulah bisa anda amati bukan? Peluang dengan potensi keuntungan paling besar itulah peluang yang bisa anda pilih untuk anda kelola terlebih dulu.
Gali informasi di sekeliling anda tentang pebisnis yang telah sukses menjalankan peluang-peluang tersebut.
Cobalah belajar dan lakukan konsultasi dengan mereka bagaimana strategi unggulan yang membuat mereka menjadi sukses dalam menjalankan peluang bisnis tersebut. Jika mereka tidak mau untuk berbagi resep rahasia mereka, jangan langsung ngedrop atau patah semangat, Amati, tiru dan modifikasi saja dari jauh semua keunggulan mereka. Anggap saja anda sedang melakukan riset, sebuah studi kasus terhadap satu bisnis yang telah berhasil sukses.
Setelah ke point tersebut anda lakukan, saatnya mempraktekkan apa yang sudah anda pelajari dari latihan ini dengan skala kecil lebih dahulu.
Anda tidak harus langsung mempraktekkan cara jadi pengusaha di atas dengan langsung keluar dari pekerjaan anda. Jadi walaupun anda sudah bosan jadi karyawan, pertahankan pekerjaan anda sambil mempraktekkan cara jadi pengusaha di atas.
Anda harus tahu bahwa sembilan dari sepuluh bisnis hancur di 5 tahun pertama. Penyebabnya bermacam-macam. 
Termasuk juga jika anda awam terhadap pemasaran. Jadi sekali lagi, sebosan apapun anda jadi karyawan, berpikirlah rasional. Jika memang anda mampu langsung keluar dari pekerjaan anda dan mulai membangun bisnis anda, lakukan. Tapi jika anda belum siap, banyak-banyaklah berlatih supaya menjadi pengusaha yang handal supaya anda merasa sudah siap untuk berhenti menjadi karyawan.

Kiat Sukses Menjadi Seorang Pengusaha

0 komentar



Melihat tingkat persaingan pencari kerja di Indonesia yang semakin hari semakin ketat, ternyata mendorong sebagian besar masyarakat untuk merintis sebuah usaha sebagai salah satu alternatif tepat guna mencukupi kebutuhan hidup mereka. Berbagai macam peluang usaha pun kini mulai dirintis para pemula, sebut saja seperti peluang bisnis di sektor jasa, aneka macam bisnis kuliner, bisnis fashion atau pakaian, hingga bisnis franchise yang belakangan ini banyak dipilih para investor sebagai salah satu peluang usaha yang cukup menarik untuk mengembangkan modal dana yang mereka miliki.


Kondisi ini tentunya memberikan dampak yang cukup positif bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga pertumbuhan UKM di Indonesia semakin meningkat pesat dan secara tidak langsung telah ikut berperan serta dalam menstabilkan perekonomian nusantara.


Meskipun pada dasarnya bisnis yang mereka jalankan berbeda-beda, namun setiap pengusaha memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tentunya memiliki tujuan yang sama yaitu ingin mencapai puncak sukses bisnisnya.


Nah, untuk membantu para pemula dalam mencapai puncak kesuksesannya. Berikut adalah beberapa kiat sukses menjadi seorang pengusaha yang bisa Anda terapkan dari sekarang.

  • Berani bekerja keras
Bila seorang karyawan hanya bekerja sebatas jam kantor (8 jam per hari), maka lain halnya dengan seorang pelaku usaha yang dituntut untuk bekerja lebih ekstra setiap harinya. Bahkan seorang pengusaha sukses seperti Chairul Tanjung pun bisa bekerja lebih dari 18 jam per hari saat beliau membangun kerajaan bisnisnya.

  • Didukung dengan kerja ikhlas

Selain kerja keras, kiat sukses lainnya yang diperlukan para pelaku usaha yaitu kerja ikhlas. Pengusaha yang sukses selalu menjalankan bisnisnya dengan penuh cinta, sehingga mereka tidak pernah mengeluh dengan segala resiko dan tantangan yang menghadang di depan mata.

  • Pantang menyerah

Mental yang kuat dan sikap pantang menyerah tentunya wajib dimiliki para pelaku usaha. Hal ini penting agar Anda tidak hanya pasrah dalam menghadapi masalah, namun juga lebih semangat untuk terus maju mewujudkan impian besar bisnis Anda.

  • Ciptakan bisnis yang tidak biasa

Kunci kesuksesan yang keempat yaitu menciptakan peluang bisnis baru yang tidak biasa. Ketatnya persaingan pasar dan maraknya produk-produk inovatif di pasaran, mendorong para pelaku usaha untuk lebih berani berkreasi dan berinovasi guna memenangkan persaingan pasar. Bila perlu buatlah sebuah gebrakan baru yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga konsumen senang dan Anda pun bisa memenangkan persaingan pasar.

  • Bekal ilmu dan pengalaman berwirausaha

Dalam menjalankan sebuah usaha, modal dana saja ternyata tidaklah cukup untuk mencapai puncak kesuksesan usaha. Dibutuhkan adanya pengetahuan dan kemampuan khusus baik dibidang entrepreneur maupun manajerial. Hal ini penting agar para pelaku usaha memiliki kesiapan mental dan bekal ilmu yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan.


Semoga beberapa tips bisnis diatas bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula dalam menjalankan roda bisnisnya. Maju terus UKM Indonesia dan ciptakan peluang bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya. Salam sukses.

Sukses Dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas

0 komentar


Mencapai sebuah kesuksesan mungkin tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Baik sukses dalam berkarir, sukses dalam berbisnis, maupun sukses dalam menjalankan kehidupan semuanya membutuhkan sebuah proses dan kerja keras untuk bisa mencapainya.


Meskipun begitu, mengandalkan otot dan tenaga untuk selalu bekerja keras ternyata tidaklah cukup untuk menggapai sukses yang kita inginkan. Dibutuhkan adanya perencanaan, strategi dan pemikiran yang kreatif untuk bisa mempermudah proses pencapaian tersebut. Hal itulah yang membuat seseorang membutuhkan keselarasan antara kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa mencapai puncak suksesnya.


Apa itu kerja keras dan kerja cerdas?
Tentu semua orang sudah tidak asing lagi dengan istilah kerja keras. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah tindakan atau perbuatan seseorang yang melakukan sebuah usaha dengan sekuat tenaga, bahkan terkadang menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bisa menggapai apa yang telah dicita-citakannya. Biasanya para pekerja keras lebih mengandalkan semangat dan tenaga mereka untuk menggapai tujuan yang ingin mereka raih. 


Sedangkan kerja cerdas adalah bagaimana cara kita untuk bisa lebih produktif dalam memanfaatkan waktu dan peralatan yang telah kita miliki sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih baik dan lebih cepat dari target yang telah ditentukan. Inilah yang membedakan kerja keras dan kerja cerdas, bila kerja keras lebih mengandalkan otot dan tenaga, kerja cerdas lebih menggunakan kreativitas dan inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan ide atau solusi yang paling efektif.


Karenanya mulailah dengan menentukan pekerjaan mana yang menghasilkan nilai lebih, kerjakan dengan menggunakan kekuatan kreativitas untuk mendapatkan ide maupun cara penyelesaian yang terbaik, dan gunakan pula kekuatan daya ungkit untuk mempercepat hasil kerja yang Anda inginkan.


“Efisiensi adalah mengangkat balok ke atas bukit dengan truk dan bukannya dipanggul.”


Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi semua yang akan mencari pekerjaan, dan yang sudah bekerja.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...